Panggilan Hibah IWRF Siklus 2

Indonesia Women’s Rights Fund (IWRF) mengundang organisasi perempuan di tingkat komunitas untuk mengikuti panggilan proposal IWRF Siklus-2. Panggilan proposal Siklus-2 merupakan bagian dari program FSTP (Financial Support for Third Party) program CO-EVOLVE 2 yang pendanaannya bersumber dari Uni Eropa (EU). Panggilan proposal ini dimaksudkan untuk mendukung kerja-kerja pemberdayaan perempuan, respon krisis iklim dan keterlibatan komunitas dalam konteks mempromosikan transisi hijau yang adil dan inklusif.

Panggilan proposal Siklus-2 memilih tema yang diarahkan pada area-area prioritas yang sejalan dengan dengan tujuan program CO-EVOLVE 2 dan agenda just and inclusive green transition. Tema ini menjadi acuan utama bagi setiap usulan yang diajukan, sekaligus memastikan bahwa inisiatif yang didukung tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil, tetapi juga mendorong perubahan nyata di tingkat komunitas.

Tema hibah Siklus-2 mencakup:

  1. Penguatan Layanan dan Kapasitas Organisasi Perempuan. Mendukung organisasi perempuan dalam memperkuat tata kelola, sistem keuangan, dan prosedur layanan seperti pendampingan hukum, pemulihan psikososial, serta advokasi kebijakan untuk melawan kekerasan berbasis gender di wilayah yang rentan terjadi kerusakan lingkungan (area sekitar hutan, pertambangan, industri).
  2. Mobilisasi Sumber Daya dan Kemandirian Organisasi Perempuan. Mendukung organisasi perempuan mengembangkan strategi atau sistem mobilisasi sumber daya domestik, membangun inisiatif penggalangan dana yang berorientasi pada transisi hijau yang adil dan inklusi, serta menjalin kolaborasi dengan sektor publik dan swasta demi keberlanjutan kelembagaan.
  3. Kepemimpinan Perempuan untuk Perlindungan dan Transisi Hijau Inklusif. Mendorong kepemimpinan perempuan dalam menghubungkan agenda perlindungan dari kekerasan berbasis gender dengan aksi-aksi transisi hijau yang adil dan inklusif, seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan produktif, atau inisiatif ekonomi sirkular berbasis komunitas.

 

Setiap usulan hibah harus memilih setidaknya satu tema utama sesuai kebutuhan dan kapasitas organisasi. Usulan yang mampu mengintegrasikan lebih dari satu tema akan mendapat nilai tambah dalam penilaian substantif.

 

IWRF menyediakan dua jendela hibah mikro antara lain:

  1. Hibah Dukungan Layanan (HDL). Hibah ini ditujukan bagi organisasi perempuan yang menjalankan fungsi layanan langsung, seperti pendampingan hukum, pemulihan psikososial, pemberdayaan ekonomi, pengorganisasian warga dan kampanye publik. Dukungan diberikan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan kompetensi dasar organisasi, mencakup perencanaan, tata kelola keuangan, pelaporan, serta penyusunan pedoman layanan. Melalui hibah ini, organisasi perempuan didorong tidak hanya memperkuat keberlanjutan layanan, tetapi juga meneguhkan kepemimpinan perempuan dalam agenda transisi hijau yang adil dan inklusif sebagai aksi kolektif warga negara.
    • Skala hibah penguat ekosistem yang disediakan sebesar IDR 80.000.000 s/d IDR 100.000.0000.
    • Durasi hibah maksimum 6 bulan.
    • Jenis kegiatan yang dapat didukung (namun tidak terbatas pada):
      • Penyusunan perencanaan program, monitoring–evaluasi, serta pelaporan organisasi, pelatihan atau coaching tata kelola keuangan, termasuk penyusunan prosedur akuntabilitas yang mengintegrasikan tantangan perubahan iklim dan upaya mendorong transisi hijau yang adil dan inklusi.
      • Penyusunan rencana aksi advokasi organisasi perempuan dalam kerangka membangun jejaring aksi dalam mempromosikan transisi hijau yang adil dan inklusif, aksi pendampingan hukum, pemulihan psikososial, serta aksi pelindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan bagi anggota komunitas perempuan di wilayah yang terjadi kerusakan lingkungan ataupun berpotensi terdampak krisis iklim.
      • Kampanye publik untuk membangun kesadaran masyarakat atas pentingnya transisi hijau yang adil dan inklusif sebagai salah satu upaya mengatasi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, mendorong kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait transisi hijau yang adil dan inklusif di tingkat kabupaten dengan membuat video (pendek/panjang), infografis ataupun narasi yang dipublikasi melaui media sosial.
      • Aksi-aksi mobilisasi sumber daya seperti aksi mobilisasi sumber daya publik, aksi solidaritas dengan mengajak berbagai elemen mulai dari pemerintah, sektor swasta, dan aktor lainnya untuk memberi perhatian pada sumber daya organisasi perempuan dalam memperjuangkan keadilan, kesetaraan dan kelestarian alam.
  1. Hibah Penguat Ekosistem (HPE). Hibah ini ditujukan bagi organisasi perempuan yang tidak selalu menjalankan layanan langsung, tetapi memiliki kapasitas memperkuat ekosistem pendukung organisasi perempuan akar rumput. Dukungan difokuskan pada inovasi, mobilisasi sumber daya, dan pengembangan model kolaborasi yang relevan dengan pengurangan kekerasan berbasis gender serta promosi transisi hijau yang adil dan inklusif. Organisasi penerima diharapkan memahami karakter organisasi perempuan akar rumput serta memiliki pengalaman dalam penguatan kelembagaan dan diversifikasi sumber daya, sehingga hasil hibah dapat memberi dampak sistemik bagi keberlanjutan layanan organisasi perempuan di tingkat komunitas.
    • Skala hibah penguat ekosistem yang disediakan sebesar IDR 80.000.000 s/d IDR 100.000.0000.
    • Durasi hibah maksimum 6 bulan.
      • Riset aksi partisipatif dan pemaknaan untuk menemukan pengembangan model penguatan organisasi perempuan akar rumput; menemukan keterkaitan penting perubahan iklim dan kerentanan perempuan; dan menemukan strategi perlindungan perempuan terhadap segala bentuk kekerasan berbasis komunitas yang lebih efektif, terutama di wilayah hutan, tambang, dan laut.
      • Pengembangan inovasi mobilisasi sumber daya domestik dari merancang, memperkenalkan dan simulasi hasil untuk mendorong diversifikasi sumber pendanaan dan penerapan strategi keberlanjutan finansial bagi organisasi perempuan dalam konteks merespon transisi hijau yang adil dan inklusif.
      • Pengembangan mekanisme pembelajaran bersama antarorganisasi perempuan baik yang menjalankan layanan maupun non-layanan serta kolaborasi lintas aktor untuk memperkuat kapasitas kolektif dalam merespon berbagai program transisi hijau dan dampak yang ditimbulkan terhadap perempuan.
      • Merancang dan mengaplikasikan media kreatif, produksi video/podcast, atau inovasi komunikasi lainnya untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dalam transisi hijau yang adil dan inklusif.Jenis kegiatan yang dapat didukung (namun tidak terbatas pada):

 

Informasi lengkap panggilan proposal Siklus-2 dapat diakses di link ini: bit.ly/CFP_HDL_SIKLUS2

Sosialisasi hibah akan dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025 pukul 10.00 WIB.

Silakan registrasi di link berikut ini: bit.ly/REG_SosialisasiHibah_IWRFSIKLUS2